KONSEP MENYIAPKAN PEMIMPIN MASA DEPAN

oleh
IMG-20220325-WA0015

Rhenald Kasali megatakan bahwa dunia usaha (dan juga dunia militer) menghendaki manusia-manusia yang ber- karakter driver (bermental sopir atau bermental penggerak) yang senang untuk berkompetensi, namun juga cekatan, gesit, berinisiatif, dan kreatif.

Self Sebagai Kendaraan Kita. Sesungguhnya Allah SWT telah memberi kita “diri” yang bisa kita sebut dengan kata “self”. Self ini adalah sebagai kendaraan– maka sekarang kita bisa memilih arah, mau dibawa kemana self tersebut. Apa mau diarahkan untuk menjadi orang yang bermental penumpang (self-passenger) atau menjadi orang yang ber- mental pengemudi (self-driver) nya. Sekali lagi, mau pilih yang mana, mau menjadi self passenger atau self driver?

Pilihan yang kita rekomendasikan adalah “jadilah manusia self driver– yaitu manusia yang bisa mengendalikan diri”. Sangat benar bahwa kita harus mampu untuk:

“Drive yourself, drive your friend, drive your people, and drive your nation– gerakan dirimu, gerakan temanmu, gerakan orang lain, dan gerakan bangsamu menuju kemajuan dan bangsa yang bermartabat di dunia”. Namun kenyataannya adalah banyak orang di lingkungan kita, atau mungkin kita sendiri yang “bermental passenger– yaitu bermental penumpang”. Bagaimana dengan karakter seorang penumpang?

Seseorang yang menjadi passenger, dia akan punya diri dengan kualitas sebagai pengikut. Dia punya mental yang kerdil- itu terjadi karena dia terbelenggu oleh settingan otak yang kondisinya tetap (statis) atau kurang bergerak.

Sebaliknya seseorang yang menjadi driver dia akan mampu mendorong– karena memiliki settingan otaknya (mindsetnya) yang selalu tumbuh (dinamis). Mereka mengajak orang-orang lain untuk ikut berkembang dan bisa keluar dari tradisi lama menuju tanah harapan. Mereka berinisiatif memulai terjadinya perubahan tanpa ada yang memerintah namun tetap bersikap rendah hati dan kaya empati. Jadinya saya sendiri memilih untuk menjadi seorang driver, yang berarti “penggerak”, selalu menggerakan diri, lingkungan, keluarga hingga kesatuan kerjanya.