Satu hal yang tak kalah penting, perlu adanya pemeliharaan jaringan listrik (memotong pohon dan hal lain yang bisa menjadi pengantar aliran listrik) agar tidak terganggu sehingga pengguna layanan bisa menggunakan dengan maksimal serta meminalisir pemadaman listrik di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Sekretaris Daerah OKI, H. Husin, S.Pd., MM., M.Pd mengatakan, meski perlu adaptasi, pemerintah kabupaten OKI berharap pelanggan listrik di OKI menjadi desa pintar melalui migrasi ke listrik prabayar. Hal itu, menurut dia, akan terwujud apabila terbangun komunikasi yang baik antar pihak terkait.
“Meskipun ini punya dampak positif, tetapi jika masyarakatnya tidak terlalu tertarik maka juga bisa menjadi problem. Nah, harapan kita pelanggan lain bisa menyusul,” tuturnya.

















