“Bantuan yang diberikan untuk penanaman ini merupakan angin segar bagi keberlangsungan kebun sawit petani karena setiap hektarnya mendapatkan modal 30 juta rupiah. Atas nama petani dan seluruh masyarakat saya sampaikan ucapan terimakasih pak Menteri,” imbuh Herman Deru.
Dilain pihak Kemenko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato mengatakan tanaman sawit menjadi komoditas utama bagi Indonesia, bahkan dari komoditi sawit ini mampu menghasilkan devisa negera Rp. 30 miliyar USD pada tahun 2021. Komitemen Pemprov Sumsel terhadap kesejahteraan petani khususnya petani sawit juga mendapatkan apresiasi dari Menko Prekonomian,
“Meski dimasa pandemi covid-19, mokoditi sawit terus memberikan keuntungan bagi negera. Diperkirakan sawit ini terus akan dibutuhkan bukan hanya di Indonesia tapi juga di pasar global,” ungkapnya.
Dalam program peremajaan sawit, lanjut Airlanggga ini pemerintah sudah menyiapkan sebanyak 180 ribu hektar. Bahkan melalui program ini perhektarnya akan diberikan dana sebesar Rp. 30 juta. Dia juga melihat potensi sawit Sumsel sebagai salah satu provinsi sebagai penghasil terbesar di Indonesia.
“Tadi ada yang 4 hektar Rp. 120 juta, kemudian 70 hektar bahkan ada yang 200 hektar, artinya kalau lebih dari 100 hektar bisa menerima Rp. 6 hingga Rp. 7 miliyar. Dan pemerintah menyiapkan 180 ribu hektar setiap tahun,” katanya.
Pada kesempatan ini, sebagai Ketua Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Airlangga Hartato mengaku bangga melihat warga NU karena disini banyak kebun warga NU dan program pemerintah ini harus berjalan dan dananya sudah disediakan dan dari bantuan penanaman awal tadi bisa dilanjutkan KUR bahkanKUR naik 30 persen, kalau tahun kemarin Rp. 283 triliun dan tahun ini Rp. 337 triliun.













