Ini menyusul sulitnya warga mencari salah satu kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) pasca penetapan satu harga migor oleh pemerintah pusat per 1 Februari 2022 lalu.
“Melalui DPRD, kita sudah mintakan ke Perum Bulog Divre Sumsel untuk mengalokasikan kuota migor untuk Kabupaten OKI. Kepala daerah melalui OPD terkait segera bersurat ke Perum Bulog Kabupaten OKI,” terang Endi, sapaan akrabnya ini, di Palembang, Sabtu (26/2/2022).
Dalam hal ini, kata politikus Partai Demokrat Sumsel, pemerintah hanya menfasilitasi dan migornya disiapkan Bulog Kabupaten OKI.
“Mudah-mudahan dengan adanya gelaran OP nanti dapat mengurai kelangkaan migor yang terjadi selama ini,” jelasnya.(****)














