Yang membuat Gobel makin miris adalah karena para pialang atau broker forex nakal ini juga memanfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digencarkan pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan membangun pemerataan ekonomi dengan bunga rendah.
“Para pedagang Forex nakal ini akan ikut membantu masyarakat untuk mendapatkan KUR. Mereka umumnya petani, pedagang kecil, dan pelaku usaha mikro dan kecil. Setelah KUR cair, uangnya mereka ambil untuk bisnis forex, yang kemudian dibawa kabur,” katanya.
Karena itu ia meminta agar pemerintah dan aparat penegak hukum menangkap jaringan forex nakal yang bergerak di daerah-daerah.
“Ini sama saja sabotase terhadap ekonomi nasional dan program pemerintah. Mereka harus dihukum seberat-beratnya,” ujar Rachmat Gobel.
Diakui mantan Menteri Perdagangan itu, perdagangan forex berada dalam kewenangan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang ada di Kementerian Perdagangan.
Rachmat Gobel mengimbau masyarakat agar jangan mudah tergiur oleh iming-iming dan harapan palsu yang menjanjikan keuntungan tinggi, meskipun di situ ada tokoh atau oknum pejabat.
“Carilah uang dengan cara berkeringat. Bukan bertelur uang yang ujungnya menyengsarakan rakyat. Manfaatkan uang dengan berusaha, bukan dengan duduk-duduk lalu uang akan datang sendiri. Mari berdagang yang konkret-konkret saja, juga bertani, beternak, atau membuat usaha rumahan. Asal ditekuni dengan sungguh-sungguh dan dengan cara yang benar nanti juga akan besar,” kata Rachmat Gobel.(Anjas)













