DPPKB dan Dinas PPPA Muaraenim Gelar Sosialisasi Pada GenRe

oleh
IMG-20211209-WA0031

MUARA ENIM, KRSumsel – Kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Untuk otu, Duta Generasi Berencana (Genre) memegang peran penting untuk menyosialisasikan bahwa keluarga adalah segala-galanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim Hj Renny Devi Nasrun diwakili oleh Vivi Mariani S.Si Kepala Dinas PPPA Muaraenim dan H Rinaldo SSTP Kepala DPPKB Muaraenim pada kegiatan Sosialisasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi Bagi Anggota Forum GenRe Muara Enim di Hotel Griya Serasan Sekundang Muara Enim, Kamis (9/12/2021).

Menurut Vivi, bahwa Program GenRe adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

Dan Sosialisasi Pemahaman Kesehatan Reproduksi ini sangat tepat diadakan dan berharap dengan sosialisasi ini para kaum muda kita sudah faham tentang menjaga kesehatan reproduksi untuk mempersiapkan generasi penerus yang sehat dan tangguh, para kaum muda ini kedepan akan menjadi calon bapak dan calon ibu, dari orang tua yang sehat akan melahirkan keturunan yang sehat, dan insyaallah Kabupaten Muara Enim yang bebas dari Stunting yang kita cita citakan akan segera tercapai.

DPPKB dan Dinas PPPA Muaraenim Gelar Sosialisasi Pada GenRe

Masih dikatakan Vivi, kurangnya edukasi terhadap hal yang berkaitan dengan reproduksi nyatanya bisa memicu terjadinya hal-hal yang tak diinginkan. Salah satu hal yang sering terjadi karena kurangnya sosialiasi dan edukasi adalah penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. Peran orangtua merupakan satu hal yang penting dalam edukasi seksual pada remaja.

Apalagi saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang bisa menyerang remaja “salah pergaulan” tersebut. Mulai dari ancaman HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat karena melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat mengambil tindakan aborsi.