Saat ini, ia memiliki keinginan dan juga sangat berharap kedepan khususnya Kabupaten Muara Enim tempat asalnya, bisa lebih baik lagi dan merealisasikan semua program sesuai dengan harapan masyarakat. Dengan begitu, Kabupaten Muara Enim lebih kuat, lebih sejahtera dan juga memiliki nilai keagamaisan sesuai dengan visi dan misinya.
“Saya ingin nantinya Muara Enim memiliki Universitas/Perguruan Tinggi, meningkatkan daya jual hasil pertanian dan perkebunan. Itu suatu hal yang sangat penting,” tuturnya.
Selain itu, dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, barang tentu perlu strategi dan dukungan dari pemerintah. Seperti memberdayakan Perusahaan Daerah (Perusda) Pemkab Muara Enim. Dimana, Prusda bisa mendukung hasil pertanian, dengan berbagai strategi yang nantinya bisa menaikan hasil harga jual pertanian dan perkebunan masyarakat.
Untuk Guru ngaji, disetiap desa memiliki gaji dari pemerintah, yang anggaran tidak perlu dari APBD, tetapi bisa diambil dari dana pihak ketiga. Sekolah gratis dan juga kesehatan perlu terus ditingkatkan. Serta lebih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Muara Enim.
“Sedangkan untuk aparatur sipil, saya ingin yang sesuai keahlian dibidangnya. Saya tidak mau ada unsur nepotisme dalam menempatkan aparatur sipil, aparatur yang berprestasi itu yang perlu diberdayakan untuk memajukan disegala bidang,” cetus Ersangkut yang memiliki empat orang anak ini.
Pasangan ini dikaruniai empat orang anak. Diantaranya, anak pertama Deska Fitriani saat ini sedang mengenyam pendidikan kuliah Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Kota Palembang, anaka kedua, Karina Spetiani duduk di Kelas 12 SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim, anak ketiga, Khanza Agustin yang duduk di kelas 2 SMPN 2 Muara Enim dab anak bungsunya yakni, Shinta Lestari duduk di kelas SDN 7 Muara Enim.(ndi)













