Hal serupa di ungkap Ibu Kartini yang tengah mendampingi putrinya yang sedang melaksanakan tes. Ditemui di ruang tunggu Golden Sriwijaya, Senin, (29/11) siang wanita setengah baya ini tampak fokus menatap layar telepon gengamnya.
“Sedang menemani anak ikut tes, ini lihat hasil skornya melalui Youtube”, ujarnya.
Wanita asal Payaraman Ogan Ilir ini mengaku senang setiap orang menurut dia memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi abdi negara.
“Adil dan transparan semua orang punya kesempatan yang sama untuk menjadi PNS. Tinggal usaha dan doa” ungkap dia.
Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir melalui Sekretaris Daerah, H. Husin, S. Pd, MM mengatakan titik krusial dan kritis dalam pengelolaan SDM terletak pada proses dan sistem rekruitmen. Alasannya, dengan sistem rekruitmen yang baik akan menghasilkan SDM yang bekualitas demikian pula sebaliknya.
“Kita bersyukur dan bangga karena pelaksanaan rekruitmen CPNS secara nasional dan di lingkup Pemkab OKI sudah melaksanakan metode seleksi Computer Asisted Test atau CAT beberapa tahun terakhir. Melalui sistem ini, nilai ujian dapat dimonitor secara langsung oleh publik, sehingga hasil yang diperoleh benar-benar murni, sesuai kemampuan masing-masing peserta,” jelasnya saat memantau pelaksanaan SKB CPNS OKI pada Selasa, (30/11).

















