Kemudian tantangan kedua yang dihadapi adalah tingkat pendidikan masyarakat yang masih beragam yang juga berpengaruh kepada perilaku memperlakukan uang rupiah.
Ia menyampaikan saat ini uang tidak layak edar, jelek, lusuh dan kusam masih tinggi dijumpai di masyarakat karena memperlakukan uang kurang baik.
“Hal ini kami jawab lewat edukasi cinta bangga dan paham dengan rupiah,” katanya.
Kemudian tantangan ketiga yang dihadapi adalah kemungkinan penggunaan mata uang asing di wilayah Indonesia yang harus dijaga karena menyangkut simbol dan kedaulatan negara.
Ketiga tantangan tersebut mendorong BI harus memperluas jangkauan layanan ke seluruh wilayah NKRI menggunakan beberapa strategi.













