Lebih lanjut kata dia, setelah data pendukung diunggah, petugas Disdukcapil di kabupaten akan memverifikasi dan memvalidasi permohonan tersebut. Kalau semua persyaratan sudah lengkap dan benar, akan disampaikan kepada pihak desa untuk bisa dicetak.
“Selanjutnya masyarakat atau pemohon tinggal mencetak di kantor desa,” jelasnya.
Selain Posyandukdes, Disdukcapil OKI dikenal dengan banyak terobosan yang telah dilakukan, antara lain Jalades Kaboki (jemput bola ke desa-desa untuk perekaman KTP, pembuatan kartu keluarga, akta kelahiran dan KIA), Inovasi Antar Duku KabOKI (antar gratis dokumenntasi kependudukan dalam Kabupaten OKI) yang bekerja samadengan PT. Pos, Pandu Samara (pemberian dokumen kependudukan bagi pasaang baru menikah di OKI) yang bekerjasama dengan Kantor Kemenag OKI.
Ada juga Inovasi Biduk Kajang (bidan buat dokumen administrasi kependudukan, layanan rumah berupa KK, akta kelahiran dan KIA), Inovasi UBI SEHAT OKI (buat adminitrasi kependudukan Bersama Dinas Kependudukan), BAKPIA (buat KIA bersama pelaku usaha kolam renang di OKI), dan Inovasi Pondok Duren (penerbitan dokumen admintrasi kependudukan bagi penduduk rentan).
Bupati OKI melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahterahan Rakyat, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si mengatakan, kemudahan layanan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat ini tentunya harus gratis tanpa biaya dan membahagiakan.
“Terpenting dari setiap layanan pemerintah itu tidak hanya mudah, dekat dan tanpa biaya, dan yang terpenting, membahagiakan warga,” kata Anton.













