Jakarta, KRsumsel.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu industri dalam negeri bisa lebih berdaya saing sehingga dapat berperan secara maksimal terhadap bagian dari rantai pasok global, sejalan sejalan dengan strategi pada peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Guna mencapai sasaran tersebut, perlu upaya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Kemitraan ini dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan peningkatan integrasi produk manufaktur Indonesia ke dalam global value chain,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko SA Cahyanto di Jakarta, Jumat.
Guna mendukung integrasi pelaku industri ke dalam jejaring rantai pasok global, lanjut dia, Kemenperin telah menjalin sinergi dengan berbagai pihak seperti lembaga internasional yang memiliki network, kompetensi, pemahaman pasar.
“Di antaranya dengan CBI Belanda, SIPPO Swiss, dan IPD Jerman,” sebutnya melalui keterangan tertulis.
Dengan demikian, Eko optimistis Indonesia bisa menjadi salah satu negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia.
“Making Indonesia 4.0 punya aspirasi besar, yakni menjadikan Indonesia masuk dalam Top 10 Global Economy pada tahun 2030,” ungkapnya.













