Menurut Herlina, di wilayah RW 8 Putat Jaya Surabaya,mesin jahit diberikan kepada sebanyak 44 keluarga, tujuannya untuk peningkatan ekonomi kepada keluarga-keluarga yang terdampak narkoba.
“Semisal ada anggota keluarganya menjadi pelaku atau warga binaan di lembaga pemasyarakatan akibat kasus narkoba. Otomatis perekonomian keluarganya terganggu. Oleh karena itu kami bantu alat mesin jahit. Semoga bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian warga,” katanya lagi.
Herlina menyatakan pula, pendirian kampung tangguh bersih narkoba yang diinisiasi Polrestabes Surabaya mendapat dukungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan aktivis koalisi antinarkoba.
“Upaya pemberantasan narkoba memang butuh dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari masyarakat luas,” ujarnya pula.(Anjas)













