“Kemajemukan tersebut tentu tidak jauh berbeda dengan kondisi bangsa kita, yang masyarakatnya berbeda-beda suku, agama, ras dan golongan,” imbuhnya.
Karena itu, pada kesempatan itu Herman Deru berharap semua umat dapat mencontoh apa yang diajarkan dan diteladankan oleh Nabi Muhammad SAW. Bagaimana untuk saling menghargai, tolong menolong, rukun dan gotong royong. karena itu juga menjadi karakter dan jati diri yang harus tetap dilestarikan.
Tunjukkan bahwa sebagai mayoritas umat Islam mampu mengayomi umat agama lain. Sebarkan perdamaian dan sikap saling menghargai antar sesama. Kembangkan kebersamaan dan kerukunan hidup antar umat beragama. Termasuk bagaimana mengatasi permasalahan.
“Dengan demikian kita bukan menjadi sumber perpecahan dan pertengkaran tetapi justru menjadi kekuatan hebat bagi kemajuan pembangunan bangsa. Sehingga kita dapat mempertahankan Sumatera Selatan Zero Konflik,” ujarnya.
Sementara Ketua PW Muslimat Nahdlatul Ulama Sumsel, Dra Hj Failahsufah Ketua PW MNU Sumsel mengatakan Maulid Nabi Muhammad hendaknya menjadi sarana untuk lebih mencintai Rasulullah dan memaknai semua keteladanannya.
Selain itu Ia juga menghimbau para muslimat NU di masa pandemi seperti ini muslimat NU untuk tetap fokus. Selain rajin mengurus rumah tangga mereka juga diminta selalu mendampingi anak sekolah daring dan mencoba lebih kreatif.













