Jakarta, KRsumsel.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan bergabung untuk mengatasi permasalahan terkait kependudukan, seperti total fertility rate (angka kelahiran total) dan stunting (kekerdilan).
“Selamat kepada saudara yang sudah dilantik, saudara memiliki tugas yang sangat penting dan strategis,” kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Keempat pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik tersebut, yakni Sunarto SE, MM sebagai Inspektur Wilayah II, Dr. Faharuddin SST, M.Si sebagai Direktur Analisis Dampak Kependudukan, Shodiqin SH, MM sebagai Kepala Perwakilan Provinsi DI Yogyakarta, dan dr. Ni Luh Gede Sukaniasih, M.For. MARS sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali.
Dalam acara tersebut, Hasto mengatakan saat ini pihaknya sedang berada di persimpangan, karena menghadapi permasalahan kompleks yang sama, yakni mengkondisikan kuantitas penduduk dan menurunkan total fertility rate (TFR) di semua provinsi.
Meskipun pernah berhasil menurunkan angka TFR dan membangun sumber daya manusia yang lebih baik, hingga kini masih ada provinsi yang memiliki tingkat pertumbuhan penduduk cukup tinggi.
Menurut Hasto, jumlah penduduk yang tinggi dapat memberikan dampak pada perekonomian negara serta menimbulkan kompleksitas bar, seperti pada aspek aglomerasi yang ditumbuhkan dari kependudukan.
Hal tersebut, katanya, perlu benar-benar di perhatikan, karena Indonesia ditempatkan ke dalam empat besar negara yang memiliki kekuatan ekonomi pada tahun 2050, sebab memiliki potensi SDM dan lahan yang banyak, sehingga dapat memicu pertumbuhan industri.













