“FKUB ini dibentuk atas dasar kebersamaan dan kepedulian. Kita tidak membatasi untuk meningkatkan kepercayaan yang dianut, asal tidak merendahkan kepercayaan lainnya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Sumsel Mal’an Abdullah mengatakan, FKUB memiliki misi menjaga kerukunan khususnya di Sumsel.
“Menjaga kerukunan ini merupakan panggilan kemanusiaan. FKUB ini dibentuk untuk menjadi salah satu organisasi untuk menjaga kerukunan antar umat beragama. Karena kita tahu, agama sering dijadikan alasan dalam konflik yang timbul,” katanya.
Dia menyebut, salah satu contoh kerusuhan yang terjadi pada tahun 1998 lalu. Dimana, kerusahan yang terjadi karena guncangan politik itu dikaitkan juga dengan agama.
“Sebab itu, pada waktu itu tokoh agama membuat terobosan dan sepakat melakukan aksi simpatik. Aksi itu didukung Walikota, TNI dan Polri. Hal itu juga sebagai bukti jika agama ini tidak bisa dijadikan alasan dalam konflik. Karena tidak ada agama yang mengajarkan untuk membuat kerusakan,” ujarnya.
Dia berharap, FKUB ini dapat dijadikan wadah untuk untuk berkoordinasi guna mencegah terjadinya konflik.














