Sandiaga mengungkapkan pihaknya terus memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif terutama di bidang fesyen untuk terus berkarya dan membuka lapangan kerja lebih luas.
Dia berharap Hari Batik Nasional bisa menjadi peluang menciptakan usaha baru untuk mendorong perekonomian masyarakat, sekaligus upaya melestarikan budaya Indonesia melalui batik yang menjadi warisan budaya tak benda dan sudah diakui UNESCO.
Saat ini, sentra industri kreatif batik tak hanya mendatangkan potensi untuk subsektor fesyen, tetapi banyak potensi lain muncul dengan menjadikan pusat-pusat kerajinan batik sebagai destinasi wisata budaya dan fesyen tradisional.
Di Pulau Jawa setidaknya terdapat 10 sentra batik, yaitu Sentra Batik Trusmi di Cirebon, Sentra Batik Palbatu di Jakarta, Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Kampung Batik Semarang, Kampung Batik Giriloyo di Yogyakarta, Kampung Batik Laweyan di Solo, Kampung Batik Girli Kliwonan di Sragen, Sentra Batik Lasem di Rembang, Kampung Batik Jetis di Sidoarjo, dan Kampung Batik Putat Jaya di Surabaya.
Melansir data Kementerian Perindustrian, nilai ekspor batik Indonesia ke pasar luar negeri tercatat mencapai 532,66 juta dolar AS pada 2020. Sedangkan pada triwulan I 2021 nilai ekspor batik sebesar 157,84 juta dolar AS.(Anjas)













