Dua Remaja Asal Durian Daun Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Musi

oleh
IMG-20210927-WA0033

BANYUASIN.KRSumsel.com – Dua remaja asal Desa Durian Daun Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Musi Desa Sungai Pinang Kecamatan Rantau Bayur (27/9/2021).

Kedua remaja tersebut bernama Gaesa Nandira(12) dan Annisa (12). Korban tewas tenggelam diduga akibat terseret arus sungai Musi, lantaran tidak bisa berenang.

Kepala Desa Sungai Pinang Edy Wijaya membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut kades, saat ini jasad kedua korban sudah dibawa ke rumah duka Desa Durian Daun.

“Hilangnya kedua korban Sekitar pukul 09.00 Wib. Sekitar 8 jam melakukan pencarian akhirnya jasad korban berhasil ditemukan. Jasad Anisa ditemukan pukul 16.00 Wib, sekitar 20 meter dari lokasi kejadian. Untuk jasad Gaesa Nandira ditemukan sekitar pukul 18.00,” kata kades.

Menurut Kades, kedua orang tua korban histeris dan terpukul atas musibah ini. “Dua korban ini dua sepupu. Orangtua kedua korban dua beradik alias dua saudara,” ujarnya.

Menurut Kades, awal mula tenggelamnya korban bermula saat Anisa dan Geisha ini ikut orang tua Anisa yang bekerja sebagai tenaga pengajar di desa Sungai Pinang Kecamatan Rantau Bayur, Senin (27/9) pagi.

Kemudian kedua korban bersama temannya ini hendak mandi di perairan sungai Musi Desa Sungai Pinang tersebut, diduga tanpa pengawasan.

Disaat mandi, kedua korban tiba-tiba terbawa arus hingga ke lubuk yang paling dalam sampai akhirnya tenggelam hingga dinyatakan hilang.

Temannya memberitahukan warga lainnya, termasuk orangtuanya jika kedua korban terseret arus sungai. “Saya pun juga ikut menghubungi BPBD Banyuasin, Basarnas, Polsek Rantau Bayur, TNI dan lainnya untuk melakukan pencarian, akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa,” ujarnya.

Menurut Kades, jika orang tua salah satu korban yakni Winanda Kusumawati (35), hendak menetap ke Desa Sungai Pinang, untuk menjalankan tugas sebagai guru CPNS di desa setempat.

“Selama ini daring, nah hari ini Senin (27/9/21) ingin menetap. Ibarat tu, kedua anak ini ikut orangtuanya mengantar ibunya mengajar. Lalu mandi di sungai hingga tenggelam,” ujarnya.(Yan)