Dinas Kebersihan dan Pertaman Kota Meda, lanjut dia, telah memiliki sistem yang dapat menumpuk sampah hingga tujuh hari yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos.
“Kemarin sudah kita bagikan kepada kabupaten/kota di Sumut sebagai percontohan. Tujuan utama dari pengolahan ini bukan profit, tetapi menghilangkan sampah di Kota Medan,” tegas Bobby.
Bobby menyebutkan bahwa Medan menghasilkan sekitar 2.000 ton sampah per hari, bahkan Medan pernah mendapat predikat sebagai Kota Terjorok 2019.
“Ini terkait sistem pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA). sistem TPA di Medan masih ‘open dumping’, karena itu Pemkot Medan tengah berusaha beralih ke sistem ‘sanitary landfill’,” terang Bobby.(Anjas)













