“Kami dilatih oleh pembimbing kami bertujuan nanti ketika kami telah menghirup udara bebas, dan keluar dari lembaga pemasyarakatan. Kami semua mempunyai keterampilan dan hidup normal seperti sediakala bersama keluarga,” tuturnya.
Firman berharap semoga dengan keahliannya ini dirinya dapat diterima di masyarakat, terutama keluarga besarnya, juga anak dan istri. Sebab, dia telah berjanji tidak lagi menggeluti pekerjaan lamanya cukup sudah pengalaman yang dia terima beberapa tahun lalu.
“Saya tahu penyesalan pasti datangnya terakhir, tetapi saya tidak lagi menengok ke belakang. Saya sudah bertekat berubah dari bayang-bayang masa lalu dengan menggeluti usaha baru saya,” pungkasnya. (Yan)













