Polres Polewali Mandar Gelar Apel Konsolidasi Antisipasi Bencana Alam

oleh

Mamuju, KRsumsel.com – Polres Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat menggelar apel konsolidasi kesiapan menghadapi kemungkinan bencana alam.

Apel konsolidasi kesiapan menghadapi bencana alam yang berlangsung di halaman Mapolres Polewali Mandar, pada Rabu tersebut, diikuti sejumlah personel dari TNI dan Polri, Satpol PP, BPBD, Dinas Kehutanan dan Dinas Perhubungan setempat.

Wakil Bupati Polewali Mandar HM Natsir Rahmat menyampaikan apel yang dilaksanakan di tengah-tengah merebaknya pandemi COVID-19 dan bertepatan dengan tahapan Pilkada Serentak 2020 di empat dari enam kabupaten di Provinsi Sulbar itu sebagai bentuk kesiapan seluruh elemen dan unsur pemerintah dan instansi untuk mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem akibat La Nina.

Ia menyampaikan potensi dampak yang ditimbulkan La Nina tersebut dapat berupa bencana hidrometereologi, seperti angin kencang, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, luapan air akibat curah hujan yang tinggi, penyakit seperti diare, demam, typus, leptospirosis dan hepatitis A serta dapat menyebabkan menurunnya tangkapan ikan nelayan karena berkurangnya makanan ikan akibat klorofil di laut berkurang.

“Dengan demikian perlu adanya langkah-langkah kesiapan dari pemerintah dan instansi terkait untuk menyiapkan segala sumber daya serta sarana prasarana untuk saling bahu membahu dalam mengantisipasi jika terjadi bencana hidrometereologi di Wilayah Provinsi Sulbar,” urainya.

“Jadi, sejak saat sekarang, perlu dilakukan pengecekan padaseluruh elemen terhadap kesiapan peralatan yang dimiliki, ketersediaan bahan pangan serta kebutuhan yang diperlukan selama tanggap bencana di tengah pandemi COVID-19,” terang Natsir Rahmat.

Sementara, Kapolres Polewali Mandar Ajun Komisaris Besar Polisi Ardi Sutriono mengatakan, apel konsolidasi digelar sebagai bentuk upaya dari seluruh “stakeholder” baik dari Polri dan TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, PMI serta pihak Kejaksaan dalam kesiapan menghadapi dampak La Nina.

“Meski demikian kita berharap agar tidak terjadi bencana di tempat kita (Polewali Mandar). Jadi, kami mengajak pihak terkait untuk mengambil langkah kesiapan sebelum terjadi bencana,” ujar Ardi Sutriono.

Polres Polewali Mandar lanjut Kapolres, telah membentuk dua tim khusus penanggulangan bencana yang akan disiapkan pada titik rawan bencana, diantaranya di Kecamatan Anreapi, Kecematan Polewali, Binuang, Wonomulyo, Campalagian, Tinambung dan Kecamatan Tutar.

Kapolres juga mengimbau seluruh masyarakat yang berada pada daerah rawan bencana agar berhati-hati dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

“Minimal, mempersiapkan alat pendukung serta mengamankan dokumen penting karena kita belajar dari kejadian tahun sebelumnya,” kata Ardi Sutriono.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar A Afandi mengatakan, apel konsolidasi itu dilakukan sebagai bentuk kesiapan daerah itu dalam menghadapi dampak bencana yang ditimbulkan La Nina, seperti banjir, tanah longsor dan angin kencang.

“Kami (BPBD) masih menunggu rilis BMKG berupa surat edaran kepada seluruh pemerintah, baik provinsi, kabupaten dan kecamatan untuk diteruskan ke desa masing-masing wilayah kecamatan,” ucapnya.

“Sejauh ini, BPBD telah melakukan sosialisasi sebagai bentuk advokasi menghadapi bencana, terutama menghadapi bencana banjir. Kegiatan ini telah kami dilaksanakan di Desa Karama Kecamatan Tinambung,” terang Afandi.(Anjas)