Penembak Warga Pedamaran II : Saya Tidak Sadar Saat Menarik Pelatuk Pistol

oleh
WhatsApp Image 2020-11-02 at 19.43.34
banner DPRD OKI

OKI, KRSUMSEL.com – Pelaku penembakan Dopin Oktareza, Tamran alias Tunggut (50) mengaku jika dirinya tidak menyadari saat jarinya menembak pelatuk senjata api yang ditodongkan kepada korban.

“Aku memang emosi pak dan memang sempat menodongkan senpira kepada korban, tapi saat menodongkan senpi korban malah menantang agar saya melakukan penembakan, lalu diluar kesadaran saya tertembak korban,” ungkap Tamran, dihadapan polisi, Senin (2/11/2020), menceritakan kronologis penembakan yang dilakukannya terhadap korban pada Selasa (20/10/2020) lalu.

Baca Juga : Jambret Lagi di Jakabaring Palembang, Saat Hendak Dikejar Pelaku Keluarkan Sajam

“Aksi itu terjadi sekira pukul 18.45 Wib di Desa Pedamaran II Kecamatan Pedamaran. Korbannya Dopin Oktareza (30), warga Desa Pedamaran VI,” ungkap Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy melalui Kasat Reskrim AKP Sapta Eka Yanto, Senin (2/11/2020).

Dengan menggunakan diduga senjata api rakitan (senpira), tersangka Tamran alias Tunggut menembak korban. Kata Kasat lagi, satu (1) kali ke arah badan dan mengenai bagian bawah ketiak korban.

“Terkena tembakan, saat itu korban sempat melarikan diri hingga akhirnya tersungkur ke tanah. Setelah itu, korban dibawa ke RS Muhammad Hoesin Palembang untuk mendapatkan perawatan medis,” jelas Kasat.

Sedangkan tersangka usai kejadian juga langsung melarikan diri. Lanjut Kasat, lalu Satreskrim Polres OKI dan Unit Reskrim Polsek Pedamaran melakukan pengejaran terhadap tersangka.

“Akhirnya, setelah tiga hari melarikan diri, tepatnya Jumat (23/10/2020) sekira pukul 14.30 Wib, tersangka Tamran alias Tunggut menyerahkan diri,” ujar Kasat.

Motif tersangka, dijelaskan Kasat, karena tersinggung terhadap korban yang telah berkata kasar, saat korban akan menebus jam tangan (arloji – red) yang digadaikan kepada tersangka.

“Korban selamat. Sementara tersangka akan dijerat Pasal 351 Ayat 2 dengan ancaman hukuman lima (5) tahun penjara,” tegas Kasat.

Ditambahkan Kasat, barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 helai kaos warna putih berlumuran darah milik korban. “Sedangkan senpira yang digunakan dalam aksi tersebut dibuang tersangka di sungai,” pungkas dia. (ata)