Hasil pantuan dari gedung DPRD Provinsi Jambi, Kamis, aksi kericuhan tersebut bermula dari adanya lemparan baru yang dilakukan massa ke arah gedung dewan sehingga kepolisian terpaksa mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah kerumunan massa untuk dibubarkan.
Namun dalam aksi tersebut tidak ada korban baik dari pihak pengunjukrasa maupun aparat kepolisian namun beberapa kaca jendela gedung DPRD Provinsi Jambi pecah akibat lemparan baru.
Aksi anarkis massa tersebut memicu aparat kepolisian mengeluarkan tembakan gas air mata ke arah kerumunan sehingga massa berlarian bubar dan menyelamatkan diri masing masing.
Beberapa orang diduga pelaku pelemparan batu ke gedung DPRD Provinsi Jambi diamankan petugas kepolisian namun tidak menurunkan aksinya.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi bersama beberapa pejabat utama Polda memimpin langsung pengamanan jalannya aksi unjukrasa di gedung DPRD Provinsi Jambi yang sempat memanas.
Massa yang berjumlah seribuan terdiri dari mahasiswa dan pelajar bertahan di sekitar perkantoran Jambi.
Mereka juga merusak fasilitas umum taman yang ada kawasan perkantoran Provinsi Jambi.
Sementara itu Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto mengatakan, sebagai ketua dewan yang menwakili rakyat Jambi akan bersama sama rakyat Jambi memperjuangkan tuntutan dari rakyat untuk memperjuangkan perbaikan UU Cipta Karya.
Ketua DPRD mengajak 30 orang perwakilan dari mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jambi untuk melakukan diskusi dan memberikan masukan kepada dewan namun belum sempat bertemu aksi berubah rusuh. (Anjas)












