“Kerja sama yang dibangun tersebut akan mempercepat “Pernikahan massal” antara lulusan pendidikan vokasi dengan dunia industri,” kata
Ia menjelaskan tujuan dari pendidikan SMK adalah setelah lulus, siswa akan dapat langsung bekerja sesuai dengan kemampuannya.
“Yang menjadi tanda kesuksesan siswa SMK yaitu lulusan-lulusan vokasi dan sederajat terserap ke dunia industri. Bukan hanya jumlah lulusan secara kualitatif, namun posisi hingga gaji awal yang diterima lulusan juga menjadi kunci dari kesuksesan,” katanya.
Menurut dia keterlibatan dunia industri dalam pendidikan vokasi sangatlah penting, di mana jIka industri tidak terlibat dari awal untuk melakukannya maka akan gagal mentransformasi kurikulum pengajaran dan juga sarana-prasarana kedalam dunia industri.
“Kami sangat yakin bahwa semua guru SMK di Aceh sangat membutuhkan keberadaan lembaga Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) untuk meningkatkan kompetensi para guru dan lulusannya dan kami sangat menyambut baik acara sosialisasi yang dilakukan pada hari ini,” katanya.
Rachmat Fitri mengatwkan perubahan nomenklatur BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik Kemendikbud RI yang sebelumnya bernama Balai Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) memang penting untuk disosialisasikan kepada semua pemangku kepentinhan dan masyarakat luas, agar tidak terjadi kesalahan baik secara administratif maupun non administratif lainnya.
“Kami berharap dengan adanya BBPPMPV Bidang Bangunan dan Listrik Kemendikbud RI ini maka akan dapat terjalin hubungan kerjasama yang selama ini sudah terjalin akan semakin erat di masa yang akan datang, terutama dalam hal peningkatan kompetensi guru-guru SMK di Aceh,” tegasnya.
Ketua Satgas Fasilitasi Peningkatan Kompetensi BBPPMPV BBL Medan, Nelson Manurung mengatakan, pergantian nomenklatur tersebut sebagai langkah awal dalam menyukseskan program “pernikahan massal” antara Pendidikan Vokasi dengan dunia industri. (Anjas)












