“Persoalan kekeringan yang melanda Kota Kupang hingga menyebabkan kekurangan air bersih merupakan hal urgen yang harus ditangani dengan baik,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang Yuven Tukung ketika dihubungi di Kupang, Minggu.
Yuven Tukung mengatakan usulan Pemerintah Kota Kupang terhadap anggaran sebesar Rp1 miliar untuk penanganan dampak bencana kekeringan akibat kemarau panjang dapat dipahami.
“Salah satunya adalah dengan menyuplai air bersih sehingga masyarakat tetap mendapatkan air bersih pada musim kemarau untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Kupang mengoptimalkan berbagai sumber air seperti Kali Liliba dan mata air Petuk yang hingga saat ini masih terus mengalir untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
“Pada prinsipnya kami sangat mendukung Pemerintah Kota Kupang dalam mengatasi krisis air bersih bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudoe mengatakan masalah kekeringan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga harus menjadi prioritas untuk ditangani pemerintah.
“Postur anggaran ini kan masih dalam pembahasan, kalau memang terjadi seperti itu, maka namanya darurat, kita bisa anggarkan itu,” kata Yeskiel. (Anjas)












