Cegah dan Tanggulangi Stunting, Pemdes Pelajau Gelar Rembug Stunting

oleh
WhatsApp Image 2020-09-12 at 18.59.38

BANYUASIN, KRSUMSEL.com – Pemerintah Desa Pelajau gelar rapat bulanan dan triwulan kader pembangunan manusia (KPM) program pencegahan dan penanggulangan Stunting terhadap masyarakat usia 1000 HPK, rembug stunting yang bertujuan untuk menyeimbangkan selain pembangunan fisik juga perberdayaan masyarakat dibidang kesehatan.

Peserta rapat yang melibatkan masyarakat setempat berlangsung di kantor Desa Pelajau Dusun 3 Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, Sabtu (12/9/2020) . Turut hadir diantaranya para Kepala Dusun, Kader Posyadu, Kader Pembangunan Manusia, BPD, Dinas Kesehatan, Puskesmas Petaling, Pendamping desa, serta narasumber dari PSD Kabupaten Banyuasin.

Rozi selaku Kepala Desa Pelajau, menjelaskan tujuan dari diselenggarakan Rembug Stunting untuk cegah lebih awal, sehingga masyarakat tidak ada lagi yang Stunting.

“Sebelum penyusunan RKP(Rencana Kerja Pemerintah) kita harus menggelar Rembug Stunting, yang nantinya menjadikan kebutuhan utama dari kesehatan, terutama Balita dan Distabilitas. Hal ini kita cegah lebih awal, sehingga masyarakat tidak ada lagi yang stunting. Nantinya dinilai oleh ahli gizi dari Puskesmas, karena posyadu kita terus bergerak memantau perkembangan daripada kesehatan terhadap balita,” paparnya.

Menurutnya perencanaan anggaran 2021 kedepan, selain dialihkan keanggaran pembangunan atau fisik, juga lebih mengedepangkan kesehatan masyarakat.

“Kita lebih fokus terhadap kesehatan dini masyarakat dan penggerakan dari Kader Pembangunan Manusia Jangan sampai stunting terjadi, karena dana desa selain diperuntukan pembangunan fisik juga pembangunan manusia dibidang kesehatan, jadi pendataan itu sangat penting. Kita harapkan dari para kader Pembangunan Manusia maupun kader Posyandu yang melaksanakan sesuai jadwalnya, apa yang dibutuhkan dalam program pencegahan stunting akan kita anggarkan,” ungkap PJ Kades Pelajau.

Sisi lain, Tim ahli PSD Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumsel juga menyarankan kepada para Kader Pembangunan Manusia Kader Posyadu dan masyarakat desa lebih aktif memeriksakan ibu hamil maupun balitanya secara dini.

“Disinilah mencegah stunting agar tidak terjadi dan tidak ada lagi, interfensi dari Desa Pelajau karena data yang ada , stunting di Desa Pelajau itu disinilah peran KPM, dengan sasaran 1000 HPK yaitu 1000 Hari Proses Kelahiran ,” jelas Risma.

Dirinya juga menerangkan, Pencegahan stunting sudah di Program oleh kementerian kesehatan dan melibatkan kementerian desa,” Jadi Desa diberikan kewenangan untuk mendata 1000 HPK yang mana beresiko stunting dan langkah pencegahannya.” Terangnya.

Sementara, Camat Banyuasin III. Dra. Yuni Khairani. M. Si, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Pemdes Desa Pelajau, sehingga angka stunting di Desa Pelajau bisa ditekan.

“Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Pelajau dalam mencegah dan menangani masalah stunting, karena memang angka stunting di desa Pelajau cukup tinggi,” Ucapnya.

Yuni Khairani, yang merupakan lulusan STPDN ini meminta setiap Desa yang ada di Kecamatan Banyuasin III untuk memfokuskan dana dalam menekan angka stunting.

” Kami berharap seluruh pemangku kepentingan di Desa bekerjasama dan bersinergi dalam mengatasi stunting ini. Tahun 2020 dan 2021 Pemdes harus menganggarkan Dana Desa untuk penanganan stunting. Semoga upaya Pemdes ini membuahkan hasil yg optimal,”tegasnya. (Yan)