BMKG Jambi Imbau Warga Waspada Terhadap Peralihan Cuaca

oleh
ilustrasi-cuaca_20160416_094122

Jambi, KRsumsel.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi menghimbau masyarakat di Provinsi Jambi untuk mewaspadai peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan.

“Saat ini terjadi peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan yang ditandai terjadinya hujan deras disertai angin kencang dan petir,” kata Kepala BMKG Jambi Ibnu Sulistyono di Jambi, Selasa.

Prakirawan cuaca dari BMKG memprediksi musim kemarau akan berakhir pada bulan September 2020. Pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan ada masa pancaroba atau masa peralihan.

Dijelaskan Ibnu Sulistyono, periode musim kemarau dalam setiap tahunnya berbeda. Pada 2019, musim kemarau diselingi (ke arah) Elnino sehingga musim kemarau yang terjadi lebih panjang. Pada tahun 2020 ini, musim kemarau yang terjadi diselingi (ke arah) Lanina sehingga pada musim kemarau tahun ini masih disertai dengan adanya hujan.

“Yang perlu diwaspadai saat ini yakni peralihan musim kemarau ke musim penghujan,” kata Ibnu Sulistyono.

Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan tersebut dikenal dengan musim pancaroba yang ditandai dengan turunnya hujan deras secara sporadik atau dalam waktu yang tidak lama namun di sertai dengan angin kencang dan petir.

“Yang perlu diketahui, hujan tersebut biasanya terjadi pada sore menjalang malam hari,” kata Ibnu Sulistyono.

Peralihan musim kemarau ke musim penghujan tersebut diprediksi terjadi sejak akhir Agustus hingga minggu ketiga September 2020 ini.

Dengan kondisi tersebut masyarakat disarankan untuk melakukan pengecekan terhadap instalasi listrik di rumah. Jika terjadi hujan deras disertai angin dan petir di sarankan peralatan rumah tangga yang difungsikan dengan listrik untuk diputus aliran listriknya.

Sementara itu peralihan musim yang ditandai hujan deras dan disertai angin kencang dan petir tersebut sudah memakan korban. Pada periode minggu ketiga dan keempat bulan Agustus terdapat rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang. Yakni empat rumah warga di Kabupaten Batanghari dan empat ruang kelas di salah satu pondok pesantren di Kota Jambi.

“Yang penting pula yakni saat terjadi hujan deras disertai angin kencang jangan berada di dekat pohon-pohon tua yang berpotensi roboh,” kata Ibnu Sulistyono. (Anjas)