“Kita saat ini memang telah menjalani aktivitas seperti biasa dalam adaptasi kebiasaan baru, akan tetapi protokol kesehatan menjadi kewajiban yang harus tetap konsisten diterapkan terutama di objek wisata,” ujar dia di Bandarlampung, Jumat.
Ia mengatakan Lampung dengan potensi pariwisata yang cukup banyak tersebar di 15 kabupaten/kota harus berusaha mendorong pulihnya sektor pariwisata, namun tetap dengan menjadikan protokol kesehatan sebagai hal utama.
“Saya melihat ada di beberapa daerah terjadi penularan COVID-19 di objek wisata, sehingga pelaku usaha pariwisata diharapkan dapat menjaga agar kejadian serupa tidak terjadi di Provinsi Lampung,” katanya.
Dia mengatakan sektor ekonomi yang menurun akibat terdampak COVID-19 harus didorong agar pulih kembali, akan tetapi di sisi lain kesehatan masyarakat juga menjadi hal penting yang tetap harus dijaga.
“Saya ingatkan industri pariwisata harus peduli akan kesehatan wisatawan, bila kita hanya melihat aspek ekonomi tapi masyarakat sakit ini menjadi kelalaian terbesar sebab pariwisata tidak akan bisa produktif tanpa masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan untuk mendorong pulihnya kepariwisataan Lampung, pelaku usaha dapat memanfaatkan dengan optimal stimulus yang ada, serta dapat membangun kepercayaan wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Kita tidak bisa melakukan semua hal ini dengan emosional, harus terus berhati-hati selama pandemi COVID-19 berlangsung, jangan sampai muncul kasus baru,” ujarnya.
Perkembangan kasus COVID-19 di Provinsi Lampung terus mengalami peningkatan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dengan jumlah total kumulatif kasus sebanyak 378 kasus, dengan jumlah kematian terkonfirmasi positif sebanyak 14 kasus. (Anjas)













