“Apabila dari angka kepesertaan aktif ada sekitar 4 juta yang mendapat subsidi gaji, tapi data riilnya terus kami koordinasikan dengan BPJS,” katanya.
Angka 4 juta itu merupakan kepesertaan aktif, namun yang sudah memperbaharui data nomor rekening baru separuhnya dari jumlah tersebut.
Menurut dia, dalam monitoring yang dilakukan dinas tenaga kerja bersama BPJAMSOSTEK, ada kendala karena seperempat perusahaan di Jawa Barat berkantor pusat di Jakarta.
“Jadi dari 4 juta, itu artinya ada 1 juta lebih didaftarkan kantor pusat, ini yang terus saya monitor,” ujarnya.
Pihaknya meyakini urusan pendataan dan verifikasi pekerja tidak akan ada kendala mengingat data sudah dimiliki pihak BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut dia, bantuan tersebut sudah sepatutnya diapresiasi. “Program subsidi gaji ini akan ditransfer langsung ke rekening pekerja,” kata Taufik. (Anjas)














