“Sekitar pukul 11.45 WIB tiba-tiba tebing lokasi penambangan longsor. Awalnya tidak ada yang tahu kalau korban tertimpa longsor, karena korban hanya sendiri saat menambang,” katanya.
Ia mengatakan, korban diketahui tertimpa material longsor, setelah ada salah satu saksi yang merupakan awak kendaraan pengangkut material yang menunggu untuk mengisi muatan merasa curiga karena korban tidak datang.
“Di lokasi ada dua kendaraan yang menunggu, mungkin berpikir kok tidak datang-datang. Ternyata sudah longsor. Mengetahui hal itu, seorang saksi kemudian melaporkan kepada petugas,” katanya.
Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.00 WIB, setelah ada laporan langsung ke lokasi dan langsung evakuasi. Namun, korban sudah meninggal dunia
Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Sugiyanto mengatakan korban tertimba longsoran tebing setinggi sekitar 20 meter.
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 12.00 WIB melalui WhatsApp ke SAR DIY unit Cangkringan. Setelah itu, petugas jaga piket Pos AJU meluncur dan melakukan evakuasi,” katanya.
Ia mengatakan, proses evakuasi korban dilakukan bersama Polsek Cangkringan, Koramil Cangkringan, dan warga sekitar.














