“Jumlah kasus terkonfirmasi tinggi itu karena petugasnya agresif, ini sangat baik dalam upaya pemutusan mata rantai penularan, “katanya.
“Bukan berarti banyaknya kasus terkonfirmasi positif itu jahat atau gagal, namun itu didapat karena adanya kerja yang baik. Dan sebaliknya, sedikit kasus justru harus hati-hati karena 60 persen meninggal karena OTG, “jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin H Slamet menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan dampak covid dilakukan Pemkab Banyuasin bersama tim gugus secara baik dan terencanan. ” Semua kerja siang malam tanpa mengenal lelah, penyemprotan, pembagian masker, sosialisasi kepada masyarakat, posko, tenaga kesehatan, TNI, Polri semua kerja ini demi rakyat Banyuasin, “tegasnya.
Dijelaskan Wabup, imbas wabah Covid-19 mendera berbagai sektor tidak hanya kesehatan tetapi juga sektor perekonomian. Di situasi ini pemerintah Kabupaten Banyuasin dan pihak terkait terus berbuat untuk masyarakat.
” Anggaran yang sudah dirancang, dilakukan perubahan refucosing, dan kita bagi dalam tiga sektor yakni kesehatan dalam pencegahan dan penanganan korban covid, kemudian jaring pengaman sosial berupa BLT BB,BLT DD dan bantuan pangan, serta upaya pemulihan ekonomi, “katanya.
Dikatakan Wabup, bantuan sosial dampak covid 19 tahap ke 2 telah dikucurkan Pemkab Banyuasin, berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bantuan Bupati (BLT BB) kepada 22.952 KPM, BLT Dana Desa 43.014 KPM dan bantuan pangan 52.229 KPM. Sebelumnya Tahap 1 Miskin Baru (Misbar) 62.904 KPM dengan rincian BLT Dana Desa 38.075 KPM dan BLT BB 24.829 KPM.
“Total penerima bantuan sosial dari Pemkab Banyuasin berjumlah 118.195 KPM atau sekitar 80 persen lebih dari jumlah Kepala Keluarga yang tersebar di 21 Kecamatan dalam Kabupaten Banyuasin, ini luar biasa sekali, “tegasnya.
” Tujuannya agar perekonomian dan sektor lainnya di masyarakat dapat terserap baik dan merata sehingga tidak berpengaruh signifikan selama wabah pandemi Covid19 menimpa, “katanya lagi.
Apakah pembangunan di Banyuasin berhenti, lanjut Wabup tidak juga karena sejumlah sektor yang sudah dikerjakan tetap berjalan sebut saja pembangunan infrastruktur. ” Silahkan dilihat, pembangunan terus berjalan, “katanya.
Kadinkes Rini Pratiwi menambahkan bahwa pihaknya berbicara data sesuai indikator kesehatan masyarakat menuju masyarakat produktif dan aman covid 19. Sedikitnya ada 15 indikator.
Penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari 144 kasus sampai 28 Juni 2020, terjadi penurunan kasus positif sebesar 4,5 persen. Penurunan jumlah kasus ODP dan PDap selama 2 minggu terakhir dari puncak sebesar 38 persen. Lalu penurunan jumlah meninggal kurang dari 50 persen atau 40 persen.
Pasien positif yang dirawat di rumah sakit selama dua minggu ini juga turun 45,5 persen per 28 Juni 2020. Begitu juga kasus ODP dan PDP yang dirawat terjadi penurunan 23,1 persen.
“Yang menggembirakan, terjadi kenaikan jumlah kesembuhan dari kasus positif mencapai 15,6 persen dalam dua minggu ini. Kenaikan jumlah selesai pemantauan dari ODP dan PDP mencapai 33,3 persen, terang Doktor lulusan Unsri ini.
Perlu diketahui, jumlah pemeriksaan Spesimen yang pihaknya lakukan meningkat melebihi 50 persen yakni 93 persen dan positif rate kurang dari 5 persen dari seluruh sampel yang di periksa. “Artinya kerja keras yang kita lakukan sudah sangat baik, dan perlu terus ditingkatkan dengan dibarengi meningkatnya kedisplinan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan, “tandasnya. (Yan)













