Jambi,KRSumsel.com— Pertamina Patra Niaga Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha mengembangkan potensi pesisir melalui Program AVIATION (Aquaculture Silvofishery System in Mangrove Conservation) di Desa Muaro Seberang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Program yang dijalankan bersama Kelompok Sahabat Eko Mina ini memadukan konservasi mangrove dan budidaya perikanan sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Melalui program ini, kelompok yang beranggotakan 10 orang telah menanam 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora di lahan seluas sekitar 0,6 hektare serta menebar 18.000 benih ikan nila salin di dua kolam tanah. Upaya konservasi mangrove tersebut memiliki potensi penyerapan emisi sebesar 4,71 ton CO₂e per tahun. Sejumlah bibit mangrove menunjukkan pertumbuhan yang baik pada area dengan ketersediaan air yang cukup, sementara pengelolaan air terus menjadi perhatian untuk menjaga keberlangsungan pertumbuhannya di tengah kondisi kekeringan yang berkaitan dengan fenomena El Niño.
Di sektor perikanan, budidaya ikan nila salin memiliki potensi hasil panen mencapai 4 ton, dengan sekitar 15.600 ekor ikan tercatat masih hidup. Panen perdana direncanakan berlangsung pada November 2026. Hasil tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam memberikan nilai ekonomi bagi anggota kelompok sekaligus memperkuat pengelolaan potensi perikanan lokal.
Ketua Kelompok Sahabat Eko Mina, Edi Zhumaedi, mengatakan bahwa program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk merawat lingkungan sekaligus mengembangkan potensi desa.
“Kami berharap mangrove yang ditanam dapat terus tumbuh dan budidaya ikan memberikan hasil yang baik. Pendampingan yang kami terima juga menjadi bekal bagi kelompok untuk mengelola lingkungan dan perikanan secara lebih berkelanjutan,” ujar Edi.
Untuk menjaga perkembangan program, Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha bersama Kelompok Sahabat Eko Mina dan Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Barat melakukan pendampingan, pengelolaan air, serta evaluasi teknis budidaya ikan. Langkah ini menjadi bagian dari penyusunan rencana pengembangan program agar konservasi mangrove dan kegiatan perikanan dapat berjalan beriringan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa Program AVIATION menghubungkan pelestarian lingkungan dengan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi lokal.
“Melalui Program AVIATION, kami ingin pelestarian mangrove berjalan beriringan dengan pengembangan usaha perikanan masyarakat. Kolaborasi dan pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga ekosistem pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusminto.
Program AVIATION sejalan dengan prinsip _Environmental, Social, and Governance_ (ESG), Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 14 tentang Ekosistem Lautan dan Tujuan 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, serta Asta Cita ke-6 dalam memperkuat pembangunan dari desa dan pemerataan ekonomi. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mengembangkan potensi perikanan sebagai peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
rusminto.wahyudi@pertamina.com












