Krsumsel.com, Banda Aceh – Sejumlah aplikasi yang terhubung pada website Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh dan sistem pendukung layanannya mengalami peretasan, meski demikian pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan masih berjalan lancar.
“Beberapa aplikasi di-hack, sehingga harus diisolasi (di stop) agar tidak menjalar ke website pemerintah Aceh lainnya. Tetapi, untuk layanan publik tidak terganggu. Proses perizinan semuanya lancar,”kata Kepala DPMPTSP Aceh Marwan Nusuf di Banda Aceh, Kamis (1/10) sore.
Marwan menyebutkan, adapun aplikasi yang terdampak peretasan tersebut yakni aplikasi survei kepuasan masyarakat online (e-SKM), aplikasi data arsip digital elektronik DPMPTSP Aceh (eData).
Kemudian, sistem layanan tanya jawab secara elektronik berbasis email (eKlinik), video conference, dan whatsApp, serta sistem informasi geografis berbasis peta geospasial (GIS Invest Aceh).
Baca juga: Dr Iwan Aflanie jadi Rektor ULM Terpilih Periode 2026–2030
Meski demikian kata Marwan, website utama dinas tetap berada dalam kondisi baik, sementara sejumlah aplikasi layanan pendukung saat ini membutuhkan proses pemulihan dan penanganan teknis.
“Tim IT lakukan pemulihan dan pengamanan sistem untuk menangani insiden tersebut, saat ini Tim IT atau kelompok kerja sistem informasi DPMPTSP Aceh tengah melakukan proses pemulihan dan pengamanan terhadap sistem-sistem terdampak,”ujarnya.
Dirinya menjelaskan, penanganan ini dilakukan secara menyeluruh, termasuk pembaruan (update) pada sistem yang mengalami peretasan, baik dari sisi core system maupun komponen pendukung lainnya.(net)














