649 Ijazah Peserta Didik SMP di Pekanbaru Masih Tertahan karena Nunggak Bayaran

oleh

Krsumsel.com, Pekanbaru –  Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau mencatat masih ada sekitar 649 ijazah peserta didik sekolah menengah pertama (SMP) yang tertahan lantaran masih menunggak pembayaran di sekolah baik negeri maupun swasta.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho membenarkan dirinya masih menerima laporan ada sekolah yang menahan ijazah peserta didik. Mereka tidak bisa mengambil ijazah ke sekolah karena belum bisa menebusnya.

“Masih ada laporan yang menahan itu sekolah negeri, itu yang jadi pertanyaan kita, aneh juga,”katanya di Pekanbaru, Sabtu (26/9). Menurut dia, pemerintah saat ini sedang berupaya menebus ijazah tersebut.

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sedang menelusuri penyebab dari penahanan ijazah itu, apa benar peserta didik yang ijazahnya ditahan berasal dari keluarga kurang mampu.

Baca juga: Hari Ini, Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia

Oleh karena itu tim dinas pendidikan bakal menggelar survei lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi dari peserta didik tersebut. Pihaknya juga sudah menggelar rapat dengan Badan Amil Zakat Nasional untuk menjajaki kemungkinan ada bantuan.

“Kita sudah rapat dengan Baznas Pekanbaru, nanti yang sesuai ketentuan bakal dibantu Baznas. Mereka adalah orang-orang yang layak menerima zakat, jangan sampai dia punya uang tapi enggan menebus,”jelasnya.

Sementara itu, mereka yang bukan penerima zakat bakal dibantu pemerintah kota. Ia menargetkan tahun ini penebusan ijazah tertahan itu bisa tuntas dan diimbau warga bisa melaporkan ini ke kantor camat dengan membawa dokumen.

“Target kita tahun ini, tapi masih ada yang ingin melaporkan bahwa ijazahnya tertahan. Kita akan tuntaskan secara bertahap dan tepat sasaran,”papar dia.(net)