Krsumsel.com, Bengkulu – Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu mengatakan jenazah salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yaitu Surakman atau Sukarman (60) yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda Pandeglang telah diberangkatkan ke Jakarta pukul 06.05 WIB pagi tadi.
Keberangkatan jenazah Surakman didampingi oleh Biddokkes dan anggota Polda Bengkulu untuk melakukan serah terima kepada Biddokkes Polda Banten di Bandara Soekarno Hatta.
“Untuk jenazah sudah diberangkatkan menggunakan maskapai penerbangan bersama dengan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Biddokkes Polda) Bengkulu di Bandara Soekarno Hatta,”kata Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto di Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Kamis (24/9).
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Kepolisian Sub Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu Ipda S Ramlan, jenazah Surakman telah dikirim melalui kargo dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu.
Baca juga: KSAL Jelaskan Alasan Pemilihan Nama KRI Sriwajaya untuk Kapal Induk
“Untuk jenazah telah tiba di bagian Kargo Bandara Fatmawati Soekarno kurang lebih pukul 04.15 WIB,”ujar dia. Pengiriman tersebut dilakukan agar jenazahnya dapat langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di wilayah Pandeglang Provinsi Banten.
Sementara itu, Polda Banten mengungkapkan hasil pencocokan DNA antara sampel antemortem terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara identik dengan identitas Surakman atau Sukarman (60) yang merupakan salah satu kru kapal cepat KM Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Senin (7/9).
Hal tersebut diketahui setelah tim Disaster Victim Investigation (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pemeriksaan dan pencocokan data DNA secara mendalam.
Sebelumnya, Polda Bengkulu mengirim sampel DNA jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu ke Pusat Kedokteran dan dan Kesehatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Pusdokkes Mabes Polri).
Sampel tersebut dikirim setelah Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Biddokkes Polda) Bengkulu melakukan autopsi pada Senin (14/9) terhadap satu jenazah tanpa identitas yang ditemukan di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu pada Sabtu (12/9).
Imam menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh penyidik diketahui bahwa jenazah tersebut bukan masyarakat sekitar atau warga asli Pulau Enggano.
Diketahui, pada Sabtu (12/9) Basarnas Bengkulu menerima laporan adanya penemuan mayat tanpa identitas di kawasan Pesisir Sawang Bengkok Desa Khayapu Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.(net)















