Istri Bunuh Suami, Keluarga Korban : Anaknya Tidak Sakit

oleh

OKI, KRSumsel.com – Menanggapi isu yang beredar terkait DA (31) pelaku penusukan suami hingga belasan lobang meminta uang untuk berobat anaknya, dibantah oleh keluarga Almarhum A (32) ASN Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kakak korban Andre Putra (38), ketika ditemui dikediamannya usai pemakaman korban, menyampaikan saat ini kedua anak korban dalam kondisi sehat.

Karena saat ini anak pertama dan anak kedua korban sedang bersama mereka, tidak ada gejala demam ataupun badannya panas.

“Tidak, tidak ada yang sakit, semua sehat, anak kedua saat kejadian menangis karena terkena pisau pada jari sewaktu istrinya melakukan penusukan terhadap suaminya,” terang Andre dikediamannya Selasa (22/9/2026).

Diceritakan Andre, selama ini mereka tinggal di Kayuagung, namun setelah pisah ranjang, adiknya A beserta anak sulungnya, pindah ke kediaman orang tuanya di SP Padang Kecamatan SP Padang OKI, sedangkan istrinya tetap di Kayuagung.

“Jadi, selama sebulan itu, saya sering mendampingi korban saat mediasi di dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam mediasi tersebut jika terjadi perceraian pelaku meminta uang sebesar Rp9 juta perbulan dengan dalih untuk merawat anak kedua yang masih berusia 7 bulan.

Lalu, korban merasa keberatan terhadap permintaan tersebut, karena dengan gajinya sebagai ASN tidak mampu, dan saat ini dirinya sudah tidak mempunyai uang.

Karena sebelumnya dibulan Agustus dirinya telah mengirimi istrinya uang sebanyak Rp11 juta, bahkan untuk menutupi biaya rumah tangga, korban sampai meminjam pinjol.

“Dua hari sebelum kejadian penusukan, merupakan hari terakhir saya bertemu dengan adik saya, kami ke penasehat hukum Aulia Aziz Al Haqqi, untuk konsultasi terkait KDRT yang dialami adik saya serta proses perceraian yang akan dijalani,” ungkapnya.

Lanjutnya, semua bukti sudah disiapkan, terjadi memar pada kedua paha korban akibat pukulan benda tumpul salah satunya helm hingga pecah.

Masih penjelasan Andre, selama ini adiknya memang sudah tidak tahan terhadap tingkah istrinya yang tidak berbaur kepada keluarga, bahkan saat orang korban (bapak, red) meninggalpun pelaku tidak pernah hadir hingga 40 hari.

Padahal, keduanya, pernah tinggal di rumah orang tua di SP Padang selama setahun, tetapi pelaku tidak pernah mau berkumpul dengan keluarga selalu di kamar.

Ironisnya jika korban berkumpul bersama keluarga di depan rumah ia langsung mengirim WA agar cepat masuk ke rumah.

“Kami berharap semoga pihak kepolisian dapat mengungkap kasus ini, apakah ada unsur perencanaan atau ada keterlibatan orang lain,” pungkasnya. (ata)