Kualitas Udara di Palembang di Level Tidak Sehat

oleh

Krsumsel.com, Palembang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, kualitas udara di Kota Palembang Sumatera Selatan berada di level tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah di Sumsel.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis di Palembang, Senin menyampaikan, berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada Minggu (23/8) hingga pagi hari ini masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Baca juga: Menteri PPPA Kunjungi Anak Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo

Dia menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer). Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (Beta Attenuation Monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 69,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Terkait hal tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi ke luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan. “Jika terpaksa harus ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata,”ujarnya.(net)