Krsumsel.com, Bengkulu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bengkulu mencatat sebanyak 21 rumah yang berada di Kelurahan Pengatungan Kecamatan Ratu Samban hangus terbakar.
“Informasi awal kami terima melalui laporan 112. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,”kata Kepala Dinas Damkarmat Kota Bengkulu Yuliansyah di Bengkulu, Kamis (13/8).
Berdasarkan informasi sementara, api yang muncul di kawasan padat penduduk itu dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya. Ia menyebut, kondisi permukiman yang rapat membuat petugas pemadam kebakaran sedikit kesulitan dan harus berjibaku memadamkan api.
Selama proses pemadaman, pihaknya mengalami kendala yaitu kondisi permukiman yang sangat padat sehingga akses menuju titik api juga cukup sulit dilalui kendaraan pemadam.
“Kondisi di sini sangat padat. Unit kami cukup sulit masuk ke lokasi, ditambah masyarakat juga ramai berusaha menyelamatkan barang-barang,”ujar dia. Di sisi lain untuk jumlah korban maupun kerugian material, hingga saat ini masih dalam proses pendataan.
Baca juga: Manjakan Lidah, Seruni at The Excelton Palembang Usung Konsep Segar ‘A Taste of Nusantara’
Yuliansyah mengimbau agar masyarakat tidak berkerumun di sekitar lokasi ketika proses pemadaman berlangsung, sebab kondisi tersebut justru dapat menghambat petugas yang sedang berupaya mengendalikan kobaran api.
Sebelumnya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. Dengan tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik dan penggunaan berbagai peralatan rumah tangga yang dapat menjadi pemicu kebakaran.
“Yang paling penting masyarakat harus waspada, instalasi listrik harus diperhatikan, begitu juga dengan peralatan rumah tangga yang bisa menjadi sumber kebakaran,”sebutnya.
Untuk itu masyarakat diminta secara rutin memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman, termasuk kabel, stop kontak, serta sambungan listrik yang digunakan sehari-hari.
Dedy menyebut, masyarakat juga diimbau agar berhati-hati menggunakan peralatan rumah tangga, seperti untuk peralatan elektronik maupun perangkat yang menghasilkan panas harus digunakan sesuai kebutuhan dan tidak dibiarkan dalam kondisi yang berpotensi menimbulkan bahaya.(net)












