Krsumsel.com, Tanjungpinang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperketat pengawasan penyaluran minyak goreng MinyaKita di pasaran agar dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Hal ini menyusul masih ditemukan penjualan MinyaKita di atas HET sebesar Rp15.700 per liter, khususnya di Kota Tanjungpinang. Dari hasil pemantauan di lapangan, Beberapa pedagang eceran menjual MinyaKita sebesar Rp16.000 sampai Rp18.000 per liter.
“Pedagang yang menjual MinyaKita di atas HET, sudah kita berikan teguran lisan disertai pengawasan ketat agar tidak mengulangi perbuatannya,”kata Andri di Tanjungpinang, Senin (13/7).
Selain itu kata dia, pedagang juga diimbau membatasi penjualan MinyaKita sebanyak 12 liter per orang per hari supaya penyaluran minyak goreng itu merata dinikmati masyarakat maupun pelaku UMKM. Ketentuan ini sudah diatur dalam Keputusan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Tahun 2026.
Disperindag Kepri turut mengingatkan pedagang eceren MinyaKita wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang sesuai untuk perdagangan minyak nabati eceran.
Baca juga: Pemkot Bengkulu Siagakan Personel Damkar 24 Jam Antisipasi Bencana
Selanjutnya, pengecer pun diwajibkan terdaftar dalam Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH) sebelum menerima pasokan dari distributor. “Ini penting agar distribusi MinyaKita tetap sasaran dan sesuai aturan yang berlaku,”ungkap Andri.
Lebih Lanjut Andri menyebutkan, Disperindag Kepri akan terus berkoordinasi dengan pihak distributor guna mencegah terjadinya kelangkaan MinyaKita di wilayah setempat.
Ia mengapresiasi peran distributor atau pihak swasta dalam menjaga pasokan MinyaKita, karena harganya yang murah dan sangat membantu masyarakat di tengah kondisi perekonomian saat ini.
“Kebutuhan minyak goreng di Tanjungpinang dalam setahun mencapai 2.000 ton,”katanya pula.
Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (Adibapok) Tanjungpinang – Bintan M. Sadmi Al Qayum mengatakan, pihaknya baru saja mendatangkan 249 ribu liter MinyaKita untuk memenuhi kebutuhan di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan sebanyak 177.000 liter, lalu Kabupaten Karimun sebanyak 72.000 liter.
“Dalam waktu dekat, akan masuk lagi 71.000 liter untuk mengantisipasi kekosongan MinyaKita,”ujar Qayum.
Ia menambahkan, pasokan MinyaKita memang sempat langka di pasaran karena terkendala proses pengiriman dari luar daerah, namun belakangan sudah berangsur kembali normal.(net)















