Banda Aceh, Krsumsel.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh mulai menjajaki kemitraan dan peluang investasi agroindustri dengan sejumlah perusahaan di China mulai dari sektor industri pengolahan susu hingga peternakan.
“Ini adalah bagian dari proses pematangan menuju pembangunan industri strategis di Aceh, khususnya pabrik susu berteknologi modern dan peternakan ayam terpadu,”kata Ketua Kadin Aceh Muhammad Iqbal dalam keterangannya yang diterima di Banda Aceh, Minggu (5/4).
Dalam upaya penjajakan itu, ia mengatakan melakukan kunjungan ke China dari 30 Maret hingga 4 April 2026 bersama Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Muhammad Arifin serta pengurus Kadin Aceh lainnya.
Kunjungan tersebut mencakup ke industri pengolahan susu modern di Lanzhou, industri pengolahan jus buah, serta peternakan ayam terpadu berteknologi tinggi di Xi’an.
Baca juga: Panglima TNI Pimpin Langsung Pemakaman Mayor Zulmi
Dalam pertemuan itu lanjutnya, kedua pihak menyoroti potensi kolaborasi investasi, transfer teknologi, serta penguatan rantai pasok agroindustri. Dan pihak China memaparkan keunggulan sistem produksi modern berbasis efisiensi dan teknologi. Sedangkan Kadin Aceh menawarkan peluang hilirisasi sumber daya alam terintegrasi dan berkelanjutan.
Iqbal mengatakan, langkah itu tidak terlepas dari kebutuhan riil Aceh yang hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan pasokan komoditas strategis seperti daging ayam, telur, dan susu, baik untuk mendukung program nasional maupun memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Penguatan sektor produksi dalam negeri menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan daerah. Diplomasi ekonomi seperti ini merupakan langkah penting dalam mempercepat realisasi investasi,”ujar M Iqbal.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Aceh Taf Haikal mengaku sangat optimis terhadap percepatan pembangunan ekonomi Aceh melalui sektor prioritas.
“Agroindustri adalah arah strategis kita hari ini dan ke depan untuk food safety. Dengan konsistensi dan kolaborasi, kita optimistis investasi akan tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,”katanya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Kadin Aceh Teuku Jailani mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama memperkuat sektor produktif sebagai fondasi kebangkitan ekonomi daerah.
“Penguatan sektor produktif bukan sekadar pilihan, tetapi keharusan. Dari sinilah lapangan kerja tercipta, pengangguran ditekan, dan kemandirian ekonomi Aceh dibangun secara berkelanjutan,”ujar T Jailani.
Sebagai tindak lanjut, sebanyak 25 delegasi bisnis dan investasi dari China direncanakan bakal melakukan kunjungan balasan ke Indonesia pada akhir April 2026 mendatang.(net)

















