Pangkalpinang, KRsumsel.com – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta masyarakat tidak melakukan aksi borong Sembako karena dapat memicu kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami meminta masyarakat tidak melakukan aksi borong dan tidak panik, karena stok Sembako cukup menjelang Lebaran ini,”kata Kepala Disperindag Kepulauan Babel Subekti Saputra di Pangkalpinang, Selasa (17/3).
Ia mengatakan, aksi borong atau membeli berbagai kebutuhan pokok secara berlebihan dapat memicu kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang tinggi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Baca juga:BPJN Riau Siagakan Alat Berat pada 14 Posko Mudik
“Saat ini stok berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, daging dan lainnya cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran Idul Fitri tahun ini (2026),”katanya.
Ia mengatakan, stok beras di gudang distributor mencapai 6.708,2 ton, stok minyak goreng 464,6 ton, persediaan bawang merah 21 ton dan bawang putih sebanyak 25,3 ton, cabai rawit 0,8 ton dan cabai merah besar sebanyak 2,0 ton.
Sementara itu, stok daging ayam mencapai 407,4 ton, telur ayam dan daging sapi cukup berlimpah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Kami sudah berkoordinasi dengan distributor Sembako ini dan mereka memastikan stok cukup berlimpah karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera berjalan lancar selama arus mudik tahun ini,” katanya.
Karena itu, dengan kondisi stok yang mencukupi, maka tidak ada alasan bagi para pedagang untuk menaikkan harga kebutuhan pokok tinggi yang akan memberatkan ekonomi masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya.
“Biasanya, pedagang menaikkan harga karena prilaku atau kebiasaan masyarakat yang membeli berbagai kebutuhan secara berlebihan. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bijak untuk membeli berbagai kebutuhan lebarannya,”katanya.(net)

















