Banyuwangi, KRsumsel.com – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kantor SAR) Banyuwangi Jawa Timur I Made Oka Astawa memperluas area pencarian pada hari kedua seorang pendaki yang dilaporkan hilang saat mendaki di jalur Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.
Pada Rabu (18/2), pendaki yang dinyatakan hilang saat mendaki di TWA Kawah Ijen adalah Muhammad Dzikri Maulana warga Desa Tamansari Kecamatan Licin. Korban berangkat mendaki bersama empat rekannya. Saat tiba di puncak Kawah Ijen, korban terpisah dari rombongan dan hingga saat ini belum ditemukan.
“Pada operasi SAR hari kedua, pukul 06.30 WIB seluruh unsur melaksanakan briefing dan membagi kekuatan menjadi dua search and rescue unit (SRU),”kata Oka Astawa di Banyuwangi Jawa Timur, Kamis (19/2).
Baca juga: Ratu Rizky Nabila Hamil, Janji Jaga Demi Mendiang Tika
Dalam operasi SAR pendaki hilang di jalur Kawah Ijen itu lanjut dia, melibatkan 41 personel gabungan dari Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, Polsek Licin, Koramil Licin, KSDA Gunung Ijen, Banyuwangi SAR Independen serta masyarakat setempat.
Menurut dia, operasi SAR pada hari kedua dibagi menjadi dua search and rescue unit (SRU). SRU satu melakukan penyisiran jalur pendakian dari Paltuding hingga puncak Kawah Ijen dengan jarak kurang lebih 3,6 kilometer menggunakan metode hasty search.
“Sedangkan SRU dua melaksanakan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan pola open grid (type II) seluas satu kilometer persegi untuk memperluas cakupan dan memastikan tidak ada area yang terlewat,”kata Oka Astawa.
Dia menambahkan, untuk cuaca di lokasi dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses pencarian pendaki, dan upaya pencarian akan terus dimaksimalkan dengan memperhatikan keselamatan personel.
“Kami mengoptimalkan penyisiran jalur utama pendakian serta memperluas area pencarian di sekitar lokasi dengan metode grid. Seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi dan sistematis,”kata Oka Astawa.(net)
















