Biaya Sewa Lapak di Pasar Panorama Bengkulu Digratiskan 

oleh

Bengkulu, krsumsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Provinsi Bengkulu menggratiskan atau tidak memungut biaya sewa lapak ataupun kios untuk para pedagang kaki lima (PKL) yang ingin pindah dan berjualan di dalam kawasan Pasar Panorama selama tiga bulan pertama.

Hal tersebut dilakukan guna mengurangi kemacetan yang terjadi di kawasan Pasar Panorama dan mematahkan keraguan para pedagang kaki lima yang enggan masuk ke dalam pasar karena khawatir akan beban biaya sewa atau pungutan liar.

“Orang bilang masuk ke dalam itu bayar. Itu tidak benar. Jadi kadang-kadang tolong juga memberi narasi bahwa masuk ke dalam kita menggratiskan selama tiga bulan, tidak usah dipungut retribusi,”kata Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi di Bengkulu, Selasa (27/1).

Ia menyebut, kebijakan tersebut diambil juga sebagai salah satu strategi pemerintah kota untuk mengembalikan fungsi jalan di sekitar Pasar Panorama, seperti Jalan Kedondong dan Jalan Belimbing, yang selama ini dipenuhi lapak pedagang kaki lima yang berjualan hingga di badan jalan.

Dengan adanya kebijakan pemerintah kota untuk memberikan masa gratis selama tiga bulan, diharapkan pedagang dapat beradaptasi dan mulai membentuk basis pelanggan baru di dalam lingkungan pasar yang lebih tertata dan bersih.

Baca juga: BP3MI Riau Terima Delapan PMI Bermasalah yang Dideportasi Malaysia

Untuk itu, dirinya memastikan jika kapasitas di dalam Pasar Panorama mencukupi untuk menampung para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan badan jalan.

Pemerintah kota juga berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi terkait kebijakan biaya sewa yang gratis tersebut melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Kota Bengkulu.

Sementara itu Dedy menegaskan, penataan dan penertiban yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tersebut dilakukan bukan untuk mengusir pedagang, tetapi untuk menciptakan kenyamanan bersama, baik bagi penjual, pembeli, maupun pengguna jalan.

“Kami ingin pasar kita rapi, jalanan lancar, dan pedagang tetap bisa mencari rezeki dengan tenang tanpa harus kucing-kucingan dengan petugas. Manfaatkan fasilitas gratis tiga bulan ini untuk memulai berjualan di tempat yang resmi,”ujar dia.

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu bekerjasama dengan PLN melakukan pemutusan sejumlah aliran listrik yang digunakan oleh para pedagang kaki lima di kawasan Pasar Panorama tepatnya di Jalan Semangka untuk berjualan pada malam hari di trotoar dan badan jalan.‎

“Kami bekerja sama dengan PLN untuk memutus aliran listrik yang digunakan pedagang di lokasi ini, terutama saat malam hari, kalau siang kita lihat memang sepi dan tidak ada lagi yang berjualan, tapi saat malam mereka kembali memenuhi badan jalan.Langkah ini dilakukan agar tidak ada lagi aktivitas berjualan di badan jalan,”terang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bengkulu Sahat Marilutua Situmorang.(net)