7 Cara Aman Naik Motor Listrik Hadapi Musim Penghujan

oleh

KRSumsel.com, Palembang – Pengguna kendaraan roda dua pada musim penghujan terkhusus sepeda motor listrik kerap menimbulkan kekhawatiran pada pengendaranya.

Mulai dari jalan licin hingga genangan air, kondisi cuaca yang hujan memang membutuhkan kewaspadaan ekstra. Namun, dengan teknik berkendara yang tepat dan dukungan teknologi kendaraan yang mumpuni, motor listrik tetap aman digunakan saat hujan.

Honda menegaskan bahwa sepeda motor listriknya dirancang untuk menunjang mobilitas harian masyarakat, termasuk saat menghadapi hujan dan jalan basah. Meski demikian, keselamatan tetap bergantung pada cara berkendara penggunanya.

Tim Safety Riding Astra Motor Sumatera Selatan mengimbau pengendara untuk menyesuaikan kecepatan, bukaan gas, dan pengereman saat hujan.

Seperti disampaikan Fathan Nayoda, Safety Riding & Community Astra Motor Sumatera Selatan mengatakan “Motor listrik aman digunakan saat hujan, asalkan pengendara mampu mengendalikan motor dengan bijak. Dengan teknik yang tepat, risiko selip dan kehilangan kendali dapat diminimalkan,” terangnya. Senin (12/01/26).

Berikut tips dari Astra Motor Sumsel untuk tetap berkendara aman menggunakan motor listrik saat hujan:

1. Kurangi Kecepatan dan Kendalikan Gas: Jalan basah menyebabkan daya cengkeram ban berkurang. Pengendara disarankan membuka gas secara halus dan bertahap serta menghindari akselerasi mendadak agar motor tetap stabil.

2. Gunakan Teknik Pengereman yang Aman: Lakukan pengereman secara bertahap dengan menerapkan kombinasi rem 60 persen depan dan 40 persen belakang. Hindari pengereman mendadak, terutama saat menikung, untuk mencegah roda tergelincir.

3. Jaga Jarak Aman: Perpanjang jarak dengan kendaraan di depan untuk mengantisipasi pengereman mendadak. Tetap fokus dan waspada terhadap kondisi sekitar, terutama saat hujan deras.

4. Waspadai Permukaan Jalan Licin: Pengendara perlu lebih berhati-hati saat melintasi marka jalan, penutup got, jalan beton licin, daun basah, maupun pasir yang dapat mengurangi traksi ban.

Baca juga: Pimpin Apel Pagi, Ini Pesan AKBP Ruri Prastowo ke Anggota

5. Melewati Genangan Air dengan Aman: Lewati genangan air secara perlahan dan stabil. Pastikan ketinggian air tidak melebihi batas bodi bawah atau rumah baterai. Jaga kecepatan konstan dan hindari berhenti di tengah genangan. Pengendara tidak disarankan menerobos banjir atau genangan tinggi.

6. Manfaatkan Mode Berkendara: Gunakan mode berkendara dengan tarikan lebih halus, seperti mode ECON, saat kondisi jalan licin. Mode ini membantu menjaga kontrol tenaga sekaligus efisiensi daya.

7. Lakukan Pengecekan Setelah Hujan: Setelah berkendara di tengah hujan, keringkan motor jika diperlukan dan pastikan tidak ada indikator peringatan pada panel meter. Jika motor sempat terendam air, jangan langsung dinyalakan dan segera lakukan pemeriksaan di bengkel resmi.

Menurutnya, dari sisi produk, sepeda motor listrik Honda dibekali berbagai fitur pendukung keselamatan saat hujan dan jalan basah. Honda CUV e: menggunakan baterai bersertifikasi IP67 yang terlindungi dari debu serta mampu bertahan terhadap genangan air pada batas aman. Berdasarkan uji fungsional, CUV e: juga dapat melewati genangan air sekitar 30 cm secara aman jika dilakukan dengan hati-hati, dengan komponen kelistrikan yang dirancang tahan terhadap cipratan air dan kelembapan.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menunjang kontrol berkendara, Honda CUV e: dilengkapi Combi Brake System (CBS) yang membantu distribusi pengereman lebih merata, serta karakter tarikan tenaga yang halus dan responsif di permukaan jalan licin.

Meski demikian, Astra Motor Sumsel tetap mengimbau pengendara untuk tidak menerobos banjir atau genangan tinggi karena berisiko terhadap keselamatan dan komponen kelistrikan.

“Dengan teknik berkendara yang benar dan pemanfaatan teknologi yang tersedia, motor listrik Honda tetap aman, nyaman, dan andal digunakan saat hujan.” pungkasnya. (edi)