Jakarta, Krsumsel.com – Petugas gabungan masih mencari Anak Buah Kapal (ABK) KM Prima Hasil Samudra Aria Wijaya yang tercebur ke laut lalu tenggelam di dekat Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara, Jumat (9/1) sore.
“Hingga Sabtu pagi, ABK tersebut masih belum diketemukan dan petugas gabungan masih terus melakukan pencarian di sekitar lokasi,”kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo di Jakarta, Sabtu (10/1).
Pelaksanaan pencarian masih dilaksanakan personel Polsek Kawasan Muara Baru, Basarnas dan Bakamla.
“Pencarian menggunakan perahu karet, dengan tiga tahapan metode pencarian, yaitu menggunakan visual, menggunakan jangkar dan melakukan penyelaman,”kata dia.
Peristiwa ABK tenggelam tersebut diketahui usai datangnya seorang pengurus kapal ke Mapolsek Kawasan Muara Baru.
Ia mengatakan, pada hari Jumat (9/1) sekitar pukul 16.30 WIB datang seorang pria bernama Susanto yang merupakan pengurus KM Prima Hasil Samudra ke Polsek Kawasan Muara Baru.
“Saksi melaporkan bahwa pada pukul 14.30 WIB, ada seorang ABK (Anak Buah Kapal) KM Prima Hasil Samudra bernama Ari Wijaya terjatuh di Kolam Dermaga Timur Pelabuhan Muara Baru dan masih belum ditemukan,”kata dia.
Baca juga: Delapan Penambang Emas Ilegal di Tebo Diamankan
Atas laporan tersebut, Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kawasan Muara Baru melaksanakan cek lokasi kejadian awal dan melakukan pencarian secara visual di sekitar lokasi dan masih belum dapat ditemukan.
Selanjutnya, petugas piket Unit Reskrim bersama pengurus KM Prima Hasil Samudra menuju ke Pos Pol Air Polda Metro Jaya yang ada di Gedung Pompa Muara Baru untuk koordinasi terkait pencarian korban yang terjatuh tersebut.
Petugas piket Pol Air Polda Metro Jaya menyampaikan standar operasi pencarian terkait selam laut dilakukan pada saat matahari terbit sampai sore hari sehingga pelaksanaan pencarian saat itu ditunda dan dilanjutkan pada Sabtu pagi.
Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Kawasan Muara Baru, Ipda Fauzi Widi Pratma menyebutkan, sebelum tercebur ke laut, korban berencana untuk mandi di dekat haluan depan kapal.
Berdasarkan keterangan dari Susanto, pihaknya dihubungi oleh kepala mesin kapal KM Prima Hasil Samudra bahwa ABK tersebut setelah bangun tidur di kamar nakhoda di lantai dua turun melalui tangga sebelah kiri menuju haluan depan kapal
Korban ini membuka baju untuk mandi dengan cara membuka tutup palka tempat penampungan air bersih. Saat itu korban terpeleset dan tercebur.
Ketika (korban) tercebur saksi yang melihat kemudian berlari ke bagian tengah untuk mengambil tali yang terikat di haluan depan kapal untuk menolong korban dengan melemparkan tali ke dalam air kolam laut.(net)


















