Pembangunan Jalan Telan Rp600 Miliar, Pengawasan Truk ODOL Diperketat 

oleh

Bengkulu, KRsumsel.com – Pemprov Bengkulu mengawasi secara ketat truk dengan dimensi dan muatan melebihi ketentuan (Over Dimension and Over Load/ODOL) demi cegah jalan yang dibangun dengan dana besar bahkan mencapai Rp600 miliar rusak kembali.

“Kita perlu meningkatkan pengawasan ini. Jangan sampai jalan yang sudah dibangun belum lima tahun sudah rusak akibat dilalui kendaraan overload dan ODOL,”kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Bengkulu, Jumat (9/1).

Wakil Gubernur Mian pun telah menginstruksikan pada seluruh jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu guna meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur jalan provinsi yang telah dibangun pada 2025.

“Sebagaimana arahan bapak gubernur, seluruh jajaran Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu harus meningkatkan pengawasan terhadap jalan-jalan yang telah dibangun. Tujuannya agar kualitas jalan tetap terjaga, salah satunya dengan tidak membiarkan kendaraan bertonase berlebih atau truk overload melintas secara semena-mena,”kata Mian.

Baca juga: Akses Transportasi di Lubuk Besar Bangka Tengah Lumpuh karena Banjir

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu program prioritas pasangan Gubernur Helmi-Wakil Gubernur Mian sejak masa kampanye dan menjadi fokus utama selama lima tahun kepemimpinan mereka.

Bahkan lanjut dia, dalam kurun waktu sekitar 10 bulan kepemimpinan, anggaran pembangunan infrastruktur jalan yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp600 miliar.

Anggaran tersebut menjadi yang terbesar sepanjang sejarah berdirinya Provinsi Bengkulu. Bahkan pada 2026 dan 2027, Pemerintah Provinsi Bengkulu menganggarkan lebih besar lagi, rencana alokasikasinya lebih kurang mencapai Rp2 triliun.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu menyatakan sejumlah program kebijakan seperti pengadaan ambulans gratis untuk desa kelurahan hingga pembangunan jalan mulus tetap akan dilanjutkan pada 2026.

“Alhamdulillah, yang pertama (di 2025) kami sudah menyerahkan ratusan ambulans ke setiap desa, serta mengerjakan pembangunan infrastruktur jalan hingga ke wilayah pedesaan. Program ini tentu akan berlanjut pada 2026,”kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan.

Apalagi kata Helmi, masih ada beberapa pekerjaan yakni bantuan ambulans gratis dan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya terselesaikan di 2025.

Gubernur Helmi Hasan optimistis capaian di 2025 akan menjadi fondasi untuk kinerja yang lebih baik pada 2026, dengan fokus pada program-program yang benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat.(net)