Batam, Krsumsel.com – PT ASDP Indonesia Ferry Persero Cabang Batam melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan usai kejadian penumpang melahirkan di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Lome, Sabtu (3/1) lalu.
General Manager ASDP Cabang Batam Andri Setiawan dihubungi di Batam Kepulauan Riau, Selasa (6/1) mengatakan, penanganan telah dilakukan secara cepat, terkoordinasi dan sesuai SOP, namun peristiwa tersebut menjadi perhatian serius perusahaan, terutama terkait evaluasi SOP ke depan.
Ia menyampaikan, sejak laporan pertama diterima oleh perwira jaga, nakhoda langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.
“Bantuan medis di atas kapal segera dimobilisasi, ruang yang lebih layak dan privat disiapkan, serta seluruh kebutuhan dasar penumpang dipenuhi. Proses persalinan berlangsung dengan pendampingan penumpang lain yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan, hingga bayi lahir dengan selamat,”ujar Andri.
Baca juga: Pemprov DKI Antisipasi Super Flu Meski Belum Ada Kasus
Namun, kondisi ibu pasca melahirkan mengalami komplikasi. Menyikapi hal tersebut, nakhoda langsung berkoordinasi dengan manajemen cabang untuk mendapatkan dukungan medis lanjutan.
ASDP Batam kemudian melakukan koordinasi lintas instansi dengan instansi terkait namun kondisi cuaca, gelombang dan angin dinilai tidak memungkinkan untuk pemindahan pasien antar kapal.
Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, diputuskan kapal tetap melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis siaga mendampingi pasien di atas kapal.
“Saat tiba di Batam, evakuasi dilakukan menggunakan ambulans yang sudah disiapkan, lalu pasien langsung dirujuk ke rumah sakit,”katanya.
Penumpang tersebut lalu meninggal dunia di rumah sakit, namun bayinya selamat. Andri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya penumpang tersebut dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius perusahaan.
Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan pengetatan SOP, khususnya bagi penumpang ibu hamil, Andri menjelaskan saat ini ASDP hanya memastikan setiap penumpang memiliki tiket, dalam kondisi terlihat sehat dan didampingi selama perjalanan.
“Pasca kejadian ini, kami sudah menyampaikan laporan ke kantor pusat. Ke depan, hal ini akan ditinjau dan didiskusikan lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan, karena kebijakannya tidak hanya berlaku untuk Batam saja,”katanya menjelaskan.(net)


















