Lima Kali Banjir Bandang Susulan Terjadi di Maninjau Agam

oleh

Lubuk Basung, KRsumsel.com – Lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau Nagari atau Desa Maninjau Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Sumatera Barat, terjadi selama Kamis (1/1).

“Sudah lima kali banjir bandang melanda Muaro Pisang Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, semenjak Kamis (1/1) pagi sampai sore,”kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar di Lubuk Basung, Kamis (1/1) malam.

Ia mengatakan, banjir bandang terjadi secara berturut-turut semenjak pukul 12.00 WIB, akibat longsor susulan terjadi di Kelok 28 dan Kelok 42.

Setelah itu berhenti dan material banjir bandang kembali turun berupa lumpur dan bebatuan menuju arah Pasar Maninjau atau Simpang Maninjau.

“Ini mengingat Sungai Muaro Pisang tertimbun material tanah, sehingga mengalir ke lokasi lain ke arah Simpang Maninjau,”katanya.

Material banjir lanjut dia, memasuki rumah warga sehingga merusak sejumlah rumah di lokasi tersebut.

Untuk itu ia mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu material akan turun dalam kondisi hari tidak hujan.

Baca juga: Perusahaan di Bandarlampung Wajib Terapkan UMK 

“Warga sekitar telah mengungsi ke mushala, rumah keluarga, dan fasilitas pemerintah, dengan jumlah sekitar 200 orang,”kata Muzakar.

Ia menambahkan, alat berat yang bekerja membuang material banjir tersebut secara tentatif. Apabila banjir bandang susulan tidak terjadi, maka alat berat langsung bekerja dalam membuka akses jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi.

Namun saat banjir bandang kembali turun, kata dia, alat berat berhenti bekerja untuk sementara waktu.

Di hulu Sungai Muaro Pisang, tambahnya, masyarakat yang berada di lokasi diminta untuk memberitahukan apabila terjadi longsor susulan ke masyarakat yang ada di bawah.

“Saat tanah longsor terjadi, langsung dilaporkan ke bawah, sehingga pembersihan material dihentikan,”kata Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar.(net)