Muara Enim, KRSumsel.com – Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., menghadiri pemutaran film dokumenter karya sineas lokal berjudul ‘Mother Earth’ yang mengangkat tema budaya tunggu tubang dari tanah Semende Raya di Halaman Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu, Selasa (4/11/2025) malam.
Acara ini menjadi momentum penting bagi Bupati untuk menyuarakan dukungan terhadap pelestarian budaya dan kebangkitan seni lokal. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan apresiasi atas karya anak daerah yang dinilai mampu mengenalkan kekayaan budaya Muara Enim melalui media layar. “Sekaligus saya menegaskan komitmennya untuk menjadikan Gedung Kesenian sebagai pusat aktivitas seni di Bumi Serasan Sekundang,” ujar Edison.
Pemutaran film dokumenter karya sutradara Muhammad Tohir dari Komunitas Ghompok itu juga dihadiri Ketua TP. PKK Hj. Heni Pertiwi Edison, S.Pd., serta sejumlah kepala OPD dan pelaku seni daerah. Bupati mengapresiasi film ‘Mother Earth’ yang ia nilai bukan sekedar tontonan.
Tetapi cermin budaya Semende Raya, mengangkat tema tunggu tubang—tradisi warisan leluhur yang mengatur hak waris dan peran perempuan dalam keluarga. Bupati menegaskan menegaskan bahwa budaya tunggu tubang masih relevan untuk diterapkan di era modern.
Menurutnya, tunggu tubang bukanlah sistem yang membatasi seseorang untuk merantau atau berkembang di luar daerah, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dan budaya terhadap tanah kelahiran.
Dirinya mengajak para sineas dan pelaku seni untuk terus menggali nilai-nilai lokal di Kabupaten Muara Enim sebagai sumber inspirasi karya. Lebih dari itu, Bupati Edison menegaskan komitmennya untuk membangkitkan ekosistem seni di Muara Enim.
Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu akan dikembalikan fungsinya sebagai rumah para pelaku seni—tempat berkarya, berlatih dan berpentas. Ia ingin gedung ini menjadi titik temu kreativitas dan kolaborasi.
Tak berhenti di situ, Bupati juga mengungkapkan rencana besar: pembangunan Taman Mini Kebudayaan Muara Enim di kawasan Pelita Sari seluas 4 hektar. Di sana akan dibangun rumah-rumah adat, auditorium pertunjukan dan ruang terbuka untuk ekspresi budaya.(sherli)














