Perajin Tahu Tempe Lampung Masih Andalkan Kedelai Impor

oleh

Bandarlampung, KRsumsel.com – Para perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung masih menggantungkan bahan baku dari kedelai impor mengingat kualitasnya dinilai lebih baik dibandingkan kedelai lokal.

“Selain itu menyangkut harga dan ketersediaan stok kedelai impor saat ini terbilang masih stabil,”kata perajin tahu tempe asal Kelurahan Jagabaya III Kecamatan Way Halim Sendi Ferdian dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu (29/10).

Ia mengatakan, harga kedelai saat ini di kisaran Rp9.400 per kilogram. Menurutnya belum ada perubahan harga dari bulan sebelumnya. “Harga masih sama, belum ada kenaikan. Saya beli dari distributor,”ujar Sendi.

Ia menyebutkan, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal. “Kalau pun kedelai lokal lebih murah, kami tetap pilih yang impor karena hasilnya lebih bagus,”tambahnya.

Baca juga: Polisi Ungkap Kasus Pengeroyokan dan Penembakan di Tanah Abang

Menurutnya, kenaikan harga kedelai bisa berdampak langsung pada produksi. Jika harga bahan baku naik signifikan, satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan mengurangi ukuran tahu dan tempe.

Namun lanjutnya, langkah itu tak mudah dilakukan karena bisa memicu protes dari konsumen. “Konsumen biasanya langsung tanya ke pedagang kenapa ukurannya mengecil,”katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Amuh, perajin tahu asal Kelurahan Gunung Sulah Kecamatan Way Halim Bandarlampung. Ia menyebut, harga kedelai saat ini berada di kisaran Rp9.500 per kilogram, turun cukup jauh dibandingkan tahun 2024 lalu yang sempat mencapai Rp12 ribu per kilogram.

Ia biasa menggunakan kedelai impor yang beredar di pasaran. “Sudah puluhan tahun enggak ada kedelai lokal,”ujarnya.

“Kalau harga naik penghasilan otomatis turun. Enggak bisa langsung naikin harga, paling ukuran yang dikurangi. Itu pun kalau harga kedelai sudah di atas Rp12 ribu,”tuturnya.

Umiati, distributor kedelai di Purwodadi Dalam Lampung Selatan menyebut, harga kedelai super kini berada di angka Rp9.500 per kilogram, turun dari harga sebelumnya Rp10 ribu.(net)