Lampung Ekspor Bubuk Kopi Robusta Senilai Rp753 Juta

oleh

Bandarlampung, KRsumsel.com – Provinsi Lampung melakukan ekspor bubuk kopi robusta senilai Rp753 juta ke Hongkong dalam rangka memperkuat hilirisasi komoditas unggul daerah.

“Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah, salah satunya kopi yang tidak lagi diekspor dalam bentuk biji kopi mentah melainkan kopi bubuk bernilai tambah,”ujar Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Kamis (18/9).

Ia mengatakan, untuk mewujudkan komitmen itu telah dilakukan ekspor tujuh ton kopi bubuk robusta asal Lampung, dengan nilai ekspor 49 ribu dolar AS atau setara Rp753 juta oleh salah satu usaha makanan asal Lampung EL’s Coffee Roastery.

“Bubuk kopi robusta tersebut di ekspor menuju Hongkong,”katanya. Dia menjelaskan, ekspor tersebut bukan hanya seremonial, melainkan bukti adanya transformasi ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani dan pelaku UMKM.

“Produk yang diekspor bukan lagi berupa biji mentah, melainkan hasil olahan bernilai tambah yang mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani, dan memperluas peluang UMKM lokal,”ucap dia.

Baca juga: Diduga Dikeroyok, Warga Kelurahan 7 Ulu Tewas Dengan Luka Tusuk

Menurut dia, Provinsi Lampung adalah produsen kopi robusta terbesar di Indonesia, dengan sumbangan produksi lebih dari 30 persen dari produksi nasional. Sehingga menempatkan Lampung sebagai daerah dengan potensi kopi yang cukup banyak.

“Hilirisasi produk kopi merupakan kunci untuk menjaga daya saing sekaligus memperluas pasar. Dengan ekspor kopi bubuk ini, Lampung tidak hanya menjual hasil bumi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,”tambahnya.

Ia melanjutkan, ekspor tersebut bukan menjadi yang terakhir, tetapi menjadi titik awal gelombang baru. Dengan kerja sama dari hulu ke hilir, kopi Lampung harus dikenal bukan hanya sebagai pengekspor biji hijau kopi melainkan juga sebagai pusat inovasi kopi di Asia Tenggara.

“Dengan keberhasilan ini, Lampung semakin meneguhkan diri sebagai sentra kopi nasional sekaligus motor hilirisasi produk unggulan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri kopi daerah, mendorong UMKM agar lebih berdaya saing, serta membuka peluang baru untuk menembus pasar global,”ujar dia.(net)